Tampilkan postingan dengan label Budidaya Jahe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Jahe. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Agustus 2014

Cara Budidaya Jahe Merah

Cara Budidaya Jahe Merah - Jahe merupakan salah satu jenis rempah-rempahan yang sangat banyak sekali kegunaanya untuk kesehatan tubuh kita. ada beberapa jenis jahe yang ada dan bisa untuk dikonsumsi, seperti jahe putih, jahe kecil/jahe emprit dan jahe merah. kali ini kita akan membahas tentang jahe merah yang bisa kita budidaya kan di pekarangan rumah ataupun lahan yang luas dan memang dipersiapkan untuk memulai usaha jahe merah. Jahe merah adalah tanaman semusim dengan tinggi sekitar 40 sampai dengan 50 cm. Perbedaan jahe merah dengan tanaman jahe biasanya adalah rasanya yang lebih pedas, rimpangnya lebih kecil dan warnanya yang kemerah-merahan berbeda dengan varietas jahe lain yang cenderung berwarna putih. Beberapa penelitian telah membuktikan jahe memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Kandungan senyawa jahe merah yang berpengaruh dalam aktivitas antioksidan juga telah ditemukan dan beberapa di antaranya telah diidentifikasi, di antaranya adalah ditemukan bahwa jahe merah merupakan sumber utama melatonin yang mampu melindungi DNA dari kerusakan akibat radikal bebas.

Cara Budidaya Jahe Merah

Cara Budidaya Jahe Merah

Banyak sekali yang membutuhkan jahe merah untuk kesehatan tubuh kita, selain banyak yang membutuhkan juga banyak sekali perusahaan pembuat jamu yang kekurangan stok jahe merah. kita bisa memulai budidaya jahe setelah kita mempunyai bibitnya, nah untuk memperoleh bibit tersebut kita bisa mencari di pasar ataupun di tempat orang sudah mempunyai tanaman jahe ini, atau memang sudah ada yang jualan untuk bibit jahe merah ini, yang bagus untuk dijadikan bibit ini adalah jahe yang sudah berumur satu tahun. beberapa langkah yang bisa anda ikuti di bawah ini dari usahabudidaya[dot]com, yang membahas tentang cara budidaya jahe merah di bawah ini :

Menyiapkan Media Tanam Jahe Merah
Sebelum melakukan pembibitan terlebih dahulu kita siapkan media tanam. Media tanam tidak jauh berbeda dengan tanaman lainya, yaitu tanah atau sekam dan dicampur dengan pupuk kandang
Pembibitan Jahe Merah
Proses pembibitan jahe merah diawali dengan pemilihan rimpang jahe merah sebagai bibit. Sebaiknya menggunakan jahe merah yang sudah tua (kurang lebih umur 10 bulan). Selanjutnya sebelum disemai bibit harus dibebaskan dari virus penyakit dengan cara potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung  lalu dicelupkan dalam larutan PHEFOC (Pestisida Herbisida E Fungisida O C) selama 15 menit lalu keringkan. (Larutkan 1 tutup PHEFOC ke dalam 14 liter air, tambahkan 2 sendok makan gula pasir, diamkan selama 15 menit, larutan PHEFOC telah siap untuk digunakan).
Rendam kembali dengan zat pengatur tumbuh SOT sekitar 6 jam. ( Larutkan 5 tutup SOT dengan 14 liter air, tambah 2-3 sendok makan gula pasir, diamkan terlebih dahulu selama 15 menit), larutan siap digunakan. Setelah perendaman lalu tiriskan sampe kering. Benih telah siap disemaikan.
Penanaman Bibit Jahe Merah
Dalam penanaman tidak ada cara khusus, siapkan media tanam dan polybag atau karung bekas. Setelah ditanam siram secukupnya dan jangan langsung diletakan pada ruangan terbuka. Setelah umur lebih 2 bulan bisa ditempatkan ke ruangan terbuka karena tanaman jahe merah ini akan bagus jika ditempatkan di ruangan terbuka dengan intesitas sinar matahari yang cukup tinggi.
Untuk tanaman jahe merah perawatan cukup dilakukan penyiraman setiap hari dan pemberian pupuk setiap 2 bulan sekali.  Dan setelah umur 10 bulan tanaman jahe merah ini sudah dapat dipanen.
 Demikianlah ulasan tentang budidaya jahe merah yang bisa langsung anda pratekkan di pekarangan rumah anda. baca juga artikel yang berkaitan dengan jahe yaitu tentang manfaat jahe bagi tubuh dan budidaya jahe di polibag  nah semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.., selamat mencoba.. 

Kamis, 10 Oktober 2013

BUDIDAYA JAHE DI POLIBAG

Budidaya Jahe Di Polibag : Membudidayakan jahe ternyata tidak harus mempunyai lahan yang langsung dan luas. dengan menggunakan karung bekas atau polibag kita bisa menanam jahe tersebut. kita bisa membudidayakan jahe secara intensif dan tidak memerlukan lahan yang terlalu luas dan cukup di pekarangan rumah saja, dan produktivitasnya pun sangat tinggi.

LANGKAH LANGKAH BUDIDAYA JAHE DI POLIBAG

Pembibitan Jahe

Pembibitan Jahe dimulai dari pemilihan benih. Benih untuk bibit Jahe diambil dari rimpangnya. Rimpang untuk benih yang baik adalah rimpang yang segar (tidak disimpan terlalu lama), sehat, ukurannya besar atau normal, tidak cacat atau terluka, dan berasal dari induk yang sudah cukup tua dan sehat. Karena asal-usul induk harus jelas, maka sebaiknya rimpang untuk benih di ambil dari kebun petani, bukan dari pasar konsumsi kalau bisa. Rimpang yang telah diperoleh kemudian di sortir dan dipilih yang baik dan memasuki kriteria di atas.
Cara Pengecambahan Jahe 
Jika dikhawatirkan adanya serangan jamur, benih bisa direndam terlebih dahulu pada larutan fungisida (misalnya Dithane M-45) selama 15 menit. Jika tidak, benih cukup direndam atau dibasahi dengan air, kemudian diletakkan pada tampah atau nyiru, dan ditempatkan pada tempat yang lembab agar berkecambah. Agar kelembaban terjaga, setiap hari benih harus di kontrol dan di siram air jika terlalu kering. Benih akan mulai berkecambah setelah kira-kira 2 minggu.

Selama mengecambahkan benih, kita bisa menyiapkan tempat persemaian berupa petak ukuran 1 x 2 m yang dibatasi dengan batubata dan diisi dengan pasir dan pupuk organik. Tempat persemaian sebaiknya tidak terkena sinar matahari dan hujan secara langsung. Pada media tersebut, benih yang telah berkecambah kita tanam dengan kedalaman kira-kira 4-5 cm. Benih tersebut akan mulai tumbuh menjadi tanaman muda dalam waktu sekitar 2-4 minggu. Setelah tumbuh dengan ketinggian sekitar 10 cm, bibit dapat diambil/dipotong dari rimpangnya dan ditanam pada media karung atau polibag yang telah disiapkan. Rimpang yang tersisa bisa ditanam kembali pada persemaian agar tumbuh bibit yang lain. Satu buah rimpang bisa menumbuhkan sekitar 2-4 bibit.

Cara Menanam Jahe
Penanaman bibit Jahe pada karung atau polibag harus hati-hati. Buatlah lubang sebesar ukuran pangkal bibit, masukkan bibit Jahe ke dalam lubang tanam, kemudian tutup dengan media di sekitarnya dan padatkan. Setelah penanaman, media dan bibit harus disiram dengan air bersih agar tanaman mendapatkan cukup air dan kontak dengan media. Setelah ditanam, tanaman Jahe tersebut jangan langsung ditempatkan pada ruang yang terbuka dengan sinar matahari langsung, melainkan harus di adaptasikan pada tempat yang memiliki naungan terlebih dahulu hingga umur 2,5 bulan.

Pemeliharaan tanaman Jahe dalam karung atau polybag cukup mudah. Pemeliharaan meliputi: penyiraman, penyiangan/menghilangkan rumput-rumput yang menghalanginya dan penggemburan media, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.

Penyiraman Jahe 
Penyiraman dilakukan setiap hari, sebaiknya pada sore hari, terutama saat tidak ada hujan. Beberapa petani menggabungkan budidaya Jahe Merah dengan budidaya ikan dalam kolam, untuk memudahkan penyiraman dan mengantisipasi kebutuhan air saat musim kemarau. Selain itu, air kolam diharapkan memberi unsur hara tambahan bagi tanaman. Penyiraman bisa dihentikan saat tanaman Jahe mulai memasuki fase senecense (mengering) saat tua dan mendekati panen.

Penyiangan dan Penggemburan Media
Rumput yang tumbuh pada media tanam perlu di siangi agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman, terutama pada sekitar 4 bulan pertama, di mana tanaman Jahe belum begitu rimbun. Beberapa petani menambahkan mulsa jerami pada media tanam untuk menekan pertumbuhan gulma. Selain penyiangan, media tanam juga perlu digemburkan dengan menggunakan cetok. Penggemburan dimaksudkan untuk menyediakan media tumbuh yang baik bagi akar tanaman dan memperbaiki sirkulasi udara dalam media.

Pemupukan dilakukan 2 bulan sekali seiring pertumbuhan tanaman, dengan menambahkan pupuk organik pada media tanam. Jumlah pupuk yang diberikan tergantung dari besarnya media yang digunakan, kira-kira 1/5 ukuran karung atau polybag yang digunakan. Pemupukan bisa diberikan 3 kali selama umur tanaman.