Selasa, 07 Januari 2014

KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT BAYAM

 Kandungan Gizi Sayur Bayam - Sayuran hijau ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita, karena sayuran ini sangat memasyarakat. Selain mudah didapat, bayam juga mengandung banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita.  Tanaman dengan nama ilmiah Amaranthus sp ini memiliki kandungan zat besi relatif tinggi dibandingkan jenis sayuran lainnya. Zat ini berperan penting dalam proses pembentukan sel darah merah dalam tubuh. Serta proses pertumbuhan pada usia anak-anak dan remaja.
Bayam yang mempunyai banyak manfaat untuk tubuh ternyata akan bisa menjadi berbahaya ketika bayam sudah dimasak lalu dipanaskan kembali, bayam juga tidak baik jika disimpan terlalu lama didalam lemari es. Mengapa bayam tidak boleh dipanaskan ketika sudah dimasak?
Berikut adalah alasannya:
Bayam mengandung zat besi yang berupa Fe2+ (ferro), jikalau bayam terlalu lama berinteraksi dengan O2 (Oksigen), maka kandungan Fe2+ pada bayam akan teroksidasi menjadi Fe3+ (ferri). Meski sama-sama zat besi, yang bermanfaat untuk manusia adalah ferro, lain halnya dengan ferri yang bersifat racun.
Begitu juga dalam proses penyimpanan di lemari es pun harus diperhatikan, karena semakin lama bayam disimpan di dalam lemari es, senyawa nitrit pun akan terus meningkat kadarnya. Efek racun pada nitrit menimbulkan reaksi dengan zat besi dalam sel darah merah tepatnya di hemoglobin. Ikatan nitrit dengan hemoglobin disebut Methemoglobin yang mengakibatkan hemoglobin tidak mampu mengikat oksigen. Jika jumlah methemoglobin mencapai lebih dari 15% dari total hemoglobin, makan akan terjadi Sianosis yang artinya keadaan dimana seluruh jaringan tubuh manusia kekurangan oksigen.



Kandungan Gizi Bayam 

Bayam banyak mengandung antioksidan esensial dan fitokimia yang berfungsi membantu melindungi tubuh terhadap berbagai jenis penyakit. Dalam 100 g Bayam terdapat:
  • Energi              36   kal
  • Protein             3,5  g
  • Lemak             0,5  g
  • Karbohidrat    6,5  g
  • Serat               0,8  g
  • Kalsium         267    mg
  • Fosfor            67   mg
  • Besi               3,9 mg
  • Vitamin A     6.090   IU
  • Vitamin B1   0,08 mg
  • Vitamin C     80     mg
  • Air                86,9   g

 

Manfaat Bayam Bagi Tubuh

Dengan begitu banyaknya kandungan yang terdapat dalam bayam, maka bayam mempunyai banyak manfaat untuk tubuh kita, diantaranya adalah:

  • Melawan Sel Kanker
    Vitamin A dan C serta serat, asam folat dan 13 flavonoid dalam bayam sangat bermanfaat dalam memerangi sel kanker. Sebuah penelitian menunjukkan, kandungan tersebut pada bayam menurunkan risiko kanker sebesar 34% terutama pada kanker payudara, kanker rahim, kanker prostat, kanker kulit dan kanker perut.
  • Sumber Anti-inflamasi
    Bayam mengandung sifat alkalinitas yang tinggi sehingga membuat sayur ini pilihan yang sempurna bagi penderita penyakit inflamasi, seperti rheumatoid arthritis dan osteoarthritis.
  • Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular
    Bayam merupakan sumber folat yang baik, yang dapat mengurangi homosistein, asam amino yang ditemukan dalam darah. Tingginya tingkat homosistein dalam darah menyebabkan tingginya risiko penyakit jantung. Bayam juga mengandung choline dan inositol, yang membantu mencegah pengerasan pembuluh darah.
  • Menurunkan tekanan darah tinggi
    Bayam kaya akan kalium dan rendah sodium. Tingkat mineral yang seimbang ini sangat bermanfaat bagi pasien dengan tekanan darah tinggi. Selain itu, folat dalam bayam juga dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi dan melemaskan pembuluh darah, dengan demikian mempertahankan kelancaran aliran darah.
  • Mencegah Osteoporosis
    Secangkir daun bayam segar memenuhi 200% kebutukan nilai harian akan vitamin K. Vitamin ini amat penting dalam pencegahan keropos tulang. Selain itu, mineral lainnya seperti magnesium, seng, tembaga dan fosfor dalam bayam juga membantu penguatan tulang.
  • Mencegah Diabetes
    Bayam sangat berguna bagi orang yang menderita diabetes juga. Magnesium ditemukan dalam bayam membantu untuk mencegah komplikasi yang terjadi setelah diabetes. Konsumsi rutin bayam membantu menstabilkan gula darah dan mencegah dari berfluktuasi terlalu banyak.
  • Mencegah Anemia
    Bayam adalah sumber zat besi yang diperlukan dalam mencegah anemia. Zat besi membantu meregenerasi atau memperbanyak sel darah merah, yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.
  • Meningkatkan kualitas penglihatan
    Bayam merupakan sumber lutein, karotenoid yang dikenal membantu melindungi mata terhadap katarak. Bayam juga kaya akan vitamin A, yang membuatnya sangat bermanfaat untuk penglihatan.
  • Mengobati Pendarahan Gusi
    Campuran bayam dan jus wortel sangat membantu dalam mengobati gusi berdarah yang disebabkan oleh kekurangan vitamin C dan asupan terlalu banyak gula halus.


Sabtu, 04 Januari 2014

KANDUNGAN GIZI PINDANG PATIN

Pindang Patin - Ikan patin masuk dalam kelompok ikan berkumis (siluriformes) dan termasuk dalam genus Pangasius, family Pangasiidae, selain mengandung protein yang tinggi yang berguna untuk tubuh, ikan patin juga memiliki rasa yang sangat lezat, ikan patin ini akan lebih nikmat jika dimasak menjadi pindang patin dan disajikan bersama dengan keluarga tercinta. Namun banyak orang yang enggan memakan ikan patin ini karena mereka beranggapan bahwa ikan patin mengandung banyak lemak.
Adalah salah jika banyak orang yang beranggapan bahwa ikan patin mempunyai lemak yang bisa membuat seseorang  gemuk, justru sebaliknya, lemak yang ada dalam ikan patin sangat bagus untuk orang yang sedang melakukan diet. Ikan patin juga baik untuk ibu hamil karena bagus untuk pertumbuhan bayi.



Manfaat Ikan Patin Bagi Kesehatan

Kandungan gizi ikan patin yang berupa lemak tak jenuh (USFA sebesar 50 %) sangatlah bagus untuk mencegah terjadinya resiko penyakit Kardiovaskular. Lemak tak jenuh juga bermanfaat untuk menurunkan besarnya kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang terkandung di dalam darah sehingga dapat mencegah dan mengurangi terkena penyakit jantung koroner. Jika di lihat dari rendahnya kadar kolesterol yang terkandung dalam daging ikan patin ( 21-39mg/100 gram), maka manfaat ikan patin sangatlah bagus bagi anda yang sedang menjalankan program diet karena bisa mengurangi asupan kolesterol harian di dalam menu makanan anda.




Kandungan Gizi Ikan Patin

Sumber protein yang terkandung dalam ikan patin adalah sekitar 23-28 persen. Selain itu ikan patin juga mengandung asam lemak esensial DHA dan EPA, omega 3, vitamin A, vitamin D, vitamin B6, vitamin B12, zat besi, yodium, selenium, seng, serta flour. Kandungan lemak dalam ikan patin lebih rendah dibanding ikan jenis lain, terutama dua asam lemak esensial DHA yaitu kira-kira sebesar 4,74 % dan EPA yaitu kira-kira sebesar 0,31 %. Kedua jenis omega-3 asam lemak ini biasanya dihasilkan dari jenis ikan yang hidup di air dingin seperti ikan salmon, ikan tuna, dan ikan sarden. Kadar lemak total yang terkandung dalam daging ikan patin adalah sebesar 2,55 % sampai dengan 3,42 %, dimana asam lemak tak jenuh nya adalah di atas 50 %. Asam oleat adalah asam lemak tak jenuh tunggal yang paling banyak terkandung di dalam daging ikan patin yaitu sebesar 8,43 %.

Resep Pindang Ikan Patin

Bahan yang diperlukan :
  • 500 gram ikan patin segar
  • 4 buah cabai merah besar
  • 4 cm lengkuas, diiris tipis
  • 2 cm kunyit, diiris tipis
  • 3 cm jahe, diiris tipis
  • 2 batang serai, dimemarkan dulu
  • 10 buah cabai rawit, dibiarkan utuh
  • 3 buah tomat hijau, dibelah empat
  • 2 lembar daun salam
  • 1 sendok makan kecap manis
  • 500 ml air

Bumbu yang dihaluskan :
  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 1 mata asam jawa
  • 1 sendok teh gula merah, diiris
  • 1 1/2 sendok teh garam
     

KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT SAYUR ASEM

Sayur Asem - Sayur ini sudah pasti tidak asing bagi masyarakat Indonesia, cara pembuatannya yang mudah juga harganya yang murah, membuat banyak orang gemar mengkonsumsinya. Tanpa disadari bahwa asam jawa yang digunakan dalam sayur asem ini mempunyai khasiat yang tinggi, yaitu dapat menyembuhkan asma, batuk, demam, rematik, borok,sampai menetralisir “bisa” gigitan ular.

Di dalam sayur asem terdapat juga buah mlinjo (Jawa) yang juga mempunyai manfaat yang banyak bagi manusia, Melinjo (Gnetum gnemon Linn.) atau dalam bahasa Sunda disebut Tangkil adalah suatu spesies tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae) berbentuk pohon yang berasal dari Asia tropik, melanesia, dan Pasifik Barat. Melinjo jarang dibudidayakan secara intensif. Kayunya dapat dipakai sebagai bahan papan dan alat rumah tangga sederhana. Daun mudanya digunakan sebagai bahan sayuran (misalnya pada sayur asem). Bunga (jantan maupun betina) dan bijinya yang masih kecil-kecil  maupun yang sudah masak dijadikan juga sebagai sayuran. Biji melinjo juga menjadi bahan baku emping. Kulitnya bisa dijadikan abon kulit melinjo.

Kandungan Nutrisi

Penelitian yang sudah dilakukan pada melinjo menujukkan bahwa melinjo menghasilkan senyawa antioksidan. Aktivitas antioksidan ini diperoleh dari konsentrasi protein tinggi, 9-10 persen dalam tiap biji melinjo. Protein utamanya berukuran 30 kilo Dalton yang amat efektif untuk menghabisi radikal bebas yang menjadi penyebab berbagai macam penyakit. Melinjo juga merupakan antimikroba alami, artinya protein melinjo juga bisa dipakai sebagai pengawet alami makanan sekaligus obat baru untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Peptida yang diisolasi dari biji melinjo diindikasikan punya potensi aktif menghambat beberapa jenis bakteri gram positif dan negatif.





Kandungan Gizi Sayur Asem

Sayur asem banyak sekali kandungan gizi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita, sayur asem mengandung energi sebesar 29 kilokalori, protein 0,7 gram, karbohidrat 5 gram, lemak 0,6 gram, kalsium 40 miligram, fosfor 61 miligram, dan zat besi 3,1 miligram.  Selain itu di dalam Sayur Asem juga terkandung vitamin A sebanyak 47 IU, vitamin B1 0,1 miligram dan vitamin C 0,3 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Sayur Asem, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.

Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Sayur Asem :

Nama Bahan Makanan : Sayur Asem
Nama Lain / Alternatif : Sayur Asam
Banyaknya Sayur Asem yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Sayur Asem yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Sayur Asem = 29 kkal
Jumlah Kandungan Protein Sayur Asem = 0,7 gr
Jumlah Kandungan Lemak Sayur Asem = 0,6 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Sayur Asem = 5 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Sayur Asem = 40 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Sayur Asem = 61 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Sayur Asem = 3,1 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Sayur Asem = 47 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Sayur Asem = 0,1 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Sayur Asem = 0,3 mg





Buah asam jawa yang masak di pohon di antaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram, lemak 0,6 gram per 100 gram,hidrat arang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram per 100 gram, fosfor 113 miligram per 100 gram, zat besi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin A 30 SI per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram per 100 gram, vitamin C 2 miligram per 100 gram. Kulit bijinya mengandung phlobatannnin dan bijinya mengandung
albuminoid serta pati.




Resep Masakan Sayur Asem

  1. Bahan dan bumbu:
    • Daun melinjo (2 ikat atau sesuai selera)
    • Daging nangka muda yang sudah dipotong-potong (300 gram)
    • Kacang panjang (1 ikat)
    • Labu siam (600 gram)
    • Jagung manis muda (4 buah)
    • Air matang (1 1/2 liter)
    • Bawang Putih (3 siung)
    • Bawang merah (5 siung)
    • Asam jawa (2 biji)
    • Cabai merah besar (5 buah)
    • Gula jawa/merah yang disisir (2 sendok makan)
    • Terasi yang sudah dibakar (1 sendok teh)
    • Daun slam (2 lembar)
    • Garam dan penyedap rasa secukupnya.

    Kamis, 02 Januari 2014

    KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT BUAH MENGKUDU

    Manfaat Buah Mengkudu - Buah yang sebutan bahasa jawanya buah pace ini banyak terdapat di daerah-daerah indonesia karena cocok dengan keadaan tanah dan iklimnya. buah mendkudu termasuk buah yang memiliki bau dan rasa yang sangat khas dan menyengat hidung. namun kandungan gizi yang tedapat dalam buah mengkudu ini sangatlah banyak dan itu semua bermanfaat untuk kesehatan tubuh. kebanyakan para wanita di indonesia banyak mengkonsumsi buah pace ini dicampur dengan ramuan rempah-rempah lain.

    Tanaman buah mengkudu ini tumbuh di dataran tinggi sekitar 1500m. tinggi pohonya mencapai 3-8 meter, memiliki bunga bongkol yang berwarna putih, dan buahnya termasuk buah yang majemuk. kalau yang masih muda berwarna hijau dan ada totol-totolnya. dan kalau sudah matang atau sudah tua buahnya akian berwarna putih dan totol-totolnya berwarna hitam.



    Kandungan Gizi Buah Mengkudu

    Dalam buah mengkudu banyak sekali kandungan gizinya yang bisa kita manfaatkan untuk berbagai macam kegunaan. di bawah ini beberapa kandungan gizi yang terdapat dalam buah mengkudu. 

    • Zat Nutrisi
      Buah mengkudu mengandung zat-zat yang dibutuhkan tubuh seperti protein, vitamin dan mineral penting seperti selenium yang merupakan antioksidan yg sangat baik
      Senyawa penting seperti xeronine, plant sterois, alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium, dll.
      Senyawa-senyawa penting seperti :
      - Terpenoid.
         berperan dalam proses sintesi organik dan pemulihan sel-sel tubuh.
      - Scolopetin
         Anti peradangan dan anti alergi yg sangat efektif
    • Zat anti bakteri
      Sari buah mengkudu mengandung zat anti bakteri, Zat-zat ini berperan pentin dlm mematikan sejumlah bakteri penyebar infeksi seperti ; Pseudomonas aeruginosa, staphylococcus aureus, protens morganii, escherichia coli dan bacillus subtilis.
      Selain itu, zat anti bakteri buah mengkudu juga dapat mengontrol bakteri pathogen seperti s . scotmuelleri, Shigella dusenteriae, S . typhi, S . flexnerii, Salmonella montivideo, staphylococcus aureus, dan s . pradysenteriae.
    • Zat anti kanker
      Zat ini berperan efektif dlm melawan sel-sel abnormal
    • Zat asetil
      Berperan dalam mematikan kuman
    • Zat moridon
      Berperan dalam melancarkan buang air besar
    • Zat soranjidiol
      Berperan dalam melancarkan buang air kecil
    • Zat terpenes
      Dapat meramajakan sel-sel pd tubuh
    • Zat hipokelemestik
      Berperan dalam menurunkan kolesterol dlm darah
    Dari banyak kandungan gizi yang terdapat dalam buah mengkudu ini bisa kita tarik kesimpulanya sebagai berikut :

    • Meningkatkan daya tahan tubuh kita karena kaya akan anitoksidan alami.
    • Mencegah akan menyebarnya sel – sel kanker.
    • Mencegah tumor
    • Mengobati sakit perut, demam dan batuk
    • Pereda rasa nyeri.
    • Menormalkan tekanan darah.
    • Mengontrol fungsi sel-sel dalam tubuh.
    • Meregenerasi sel-sel jaringan pada tubuh yg rusak.
    • Menetralkan radikal bebas.
    • Meningkatkan energi.
    • Menjaga kesehatan jantung.
    • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
    • Mengatasi diabetes.

    Manfaat Buah Mengkudu Untuk Kesehatan

    Dibawah ini beberapa khasiat buah mengkudu yang mungkin kita belum pernah mengetahuinya : 

    • Sistem pernafasan - melegakan penyakit sinus atau resdung, asma, bronkitis dan hingus meleleh.
    • Sistem penghadaman - perut kembung, ulser, gastrik, cirit-birit, muntah-muntah, tidak hadam makan dan masalah keracunan makanan.
    • Sistem kardiovaskular - mengurangkan tekanan darah tinggi dan merendahkan aras kolesterol.
    • Gangguan dalam tubuh - kencing manis, sakit kepala, migraine, sakit ginjal dan buah pinggang.
    • Mulut dan tekak - radang tekak, sakit gusi, sakit gigi dan batuk.
    • Penyakit kulit - bisul, luka dan ulser kulit.
    • Lain-lain - meredakan penyakit darah tinggi, betis kering bersisik, merekah tumit kaki, mengurangkan penyakit batuk, penyakit kuning dan demam panas.
    • Bagi wanita yang baru lepas bersalin - daun mengkudu boleh digunakan untuk mengecutkan rahim. Caranya ialah dengan membalut daun mengkudu itu dengan kain dan dipanaskan untuk bertungku. 
    Demikianlah ulasan tentang kandungan gizi buah pace, baca juga tentang kandungan gizi buah kelengkeng.

    Rabu, 01 Januari 2014

    MEMAHAMI SEKILAS TENTANG KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

    Kurikulum, KTSP

    Kurikulum yang sudah lama berjalan sejak ditetapkan  Standar isi oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sudah mengalami berbagai kritik dan masalah dalam penerapannya di sekolah-sekolah. KTSP yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan kurikulum yang bersifat operasional dan dilaksanakan dimasing-masing tingkat satuan pendidikan. Landasan hukum kurikulum ini yaitu Undang-undang Sikdiknas No. 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
    Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disusun oleh masing-masing sekolah dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Penyerahan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada tiap sekolah dengan mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan bertujuan agar kurikulum tersebut dapat disesuaikan dengan karakter dan tingkat kemampuan sekolah masing-masing. Karena itu peran muatan pengembangan pembelajaran berbasis kebutuan lokal sangat menjadi perhatian dalam penerapan kurikulum disekolah-sekolah.

    Dalam KTSP secara eksplisit dan implisit, pedoman penilaian dan penentuan kelulusan peserta didik mengacu pada SKL yang meliputi kompetensi untuk kelompok mata pelajaran atau kompetensi untuk seluruh mata pelajaran yang dinilai berdasarkan kualifikasi kemampuan mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan.

    Standar isi merupakan ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan.


    Teknik Penilaian dalam KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

    Teknik penilaian adalah metode atau cara penilaian yang dapat digunakan guru untuk mendapatkan  informasi.  Ada  beberapa  teknik  penilaian  yang  dapat  digunakan  guru sebagai  sarana  untuk  memperoleh  informasi  tentang  keadaan  belajar  peserta  didik. Penggunaan  berbagai  teknik  penilaian  harus  disesuaikan  dengan  tujuan  melakukan penilaian,  waktu  yang  tersedia,  sifat  tugas  yang  dilakukan  peserta  didik,  dan Penilaian Pembelajaran Berdasarkan KTSP,  (Safari, M.A.,APU. 2008 : 4) banyaknya/jumlah  materi  yang  sudah  disampaikan.  Teknik  penilaian  yang  dapat digunakan oleh guru  dalam penilaian kelas  adalah: (1) tes (tertulis, lisan, perbuatan),(2) pengamatan atau observasi, (3) wawancara.

    1. Teknik penilaian melalui tes

    a. Tes tertulis

    Tes  tertulis  yakni  tes  yang  soal-soalnya  harus  dijawab  peserta  didik  dengan memberikan  jawaban  tertulis.  Jenis tes  tertulis  secara  umum  dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
    1)  tes  objektif,  misalnya  bentuk  pilihan  ganda,  jawaban  singkat ,  isian,  benarsalah, dan bentuk menjodohkan;

    2)  tes  uraian,  yang  terbagi  atas  tes  uraian  objektif  (penskorannya  dapat dilakukan secara objektif, yaitu 1=benar, 0=salah) dan tes uraian non-objektif (penskorannya  sulit  dilakukan  secara  objektif,  yaitu  menggunakan  rentang skor,  misal  0-3  dengan  kriteria  3=tepat,  2=cukup,  1=kurang,  0=tidak menjawab).

    b. Tes lisan

    Tes  lisan  yakni tes  yang pelaksanaannya dilakukan dengan  mengadakan tanya jawab  secara  langsung  antara  tutor/guru dan  peserta  didik.  Tes  ini  memilik kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya adalah: (1) dapat menilai kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimiliki peserta didik, sikap, serta kepribadiannya karena  dilakukan  secara  berhadapan  langsung;  (2)  bagi  peserta  didik  yang kemampuan  berpikirnya  relatif  lambat  sehingga  sering  mengalami  kesukaran dalam memahami pernyataan soal, tes bentuk ini dapat menolong sebab  peserta didik  dapat  menanyakan  langsung  kejelasan  pertanyaan  yang dimaksud;  (3) hasil  tes  dapat  langsung  diketahui  peserta  didik.  Kelemahannya  adalah  (1) subjektivitas  penguji sering  mencemari  hasil  tes,  (2)  waktu  pelaksanaan yang diperlukan relatif cukup lama.

    c. Tes perbuatan

    Tes  perbuatan  yakni  tes  yang  penugasannya  disampaikan  dalam  bentuk  lisan
    atau  tertulis  dan  pelaksanaan  tugasnya  dinyatakan  dengan  perbuatan  atau penampilan. Penilaian tes perbuatan dilakukan sejak warga belajar/peserta didikmelakukan  persiapan,  melaksanakan  tugas,  sampai  dengan  hasil  akhir  yang dicapainya. Untuk  menilai  tes  perbuatan  pada  umumn ya  diperlukan  sebuah format  pengamatan,  yang  bentuknya  dibuat  sedemikian  rupa  sehingga  pengujidapat  menuliskan  angka-angka  yang  diperolehnya  pada  tempat  yang  sudah disediakan. Bentuk formatnya dapat disesuaikan menurut keperluan. Untuk tes perbuatan yang sifatnya individual, sebaiknya menggunakan format pengamatan individual. Untuk tes perbuatan yang dilaksanakan secara kelompok sebaiknya menggunakan  format  tertentu  yang sudah  disesuaikan  untuk  keperluan pengamatan kelompok.


    2. Teknik penilaian melalui pengamatan atau observasi

    Pengamatan/observasi  adalah  suatu  kegiatan  yang  dilakukan  guru  untuk mendapatkan informasi tentang peserta didik dengan cara mengamati tingkah laku dan  kemampuannya  selama  kegiatan  observasi  berlangsung.  Observasi  dapat ditujukan kepada  peserta  didik  secara  perseorangan  ataupun  kelompok.  Dalam kegiatan  observasi  perlu  dipersiapkan format pengamatan.  Di  dalam  format pengamatan di antaranya berisi: (1) perilaku-perilaku atau kemampuan yang akan dinilai, (2)  batas  waktu  pengamatan,  (3)  bobot  antaraspek  yang  dinilai  (bila diperlukan).

    3. Teknik penilaian melalui wawancara

    Teknik wawancara pada suatu segi mempunyai kesamaan arti dengan tes lisan  yang  telah  diuraikan  di  atas.  Teknik  wawancara  ini  diperlu kan  tutor/guru untuk  tujuan  mengungkapkan  atau  mengejar  lebih  lanjut  tentang  hal-hal  yang dirasa  tutor/guru  kurang  jelas  informasinya.  Teknik  wawancara  ini  dapat  pula digunakan  sebagai  alat  untuk  menelusuri  kesukaran  yang  dialami  peserta  didik tanpa ada maksud untuk menilai.
    Sebelum  menentukan  teknik  dan  alat  penilaian,  penulis  soal  perlu menetapkan terlebih dahulu tujuan penilaian dan  kompetensi dasar  yang  hendak diukur.  Adapun  proses  penentuannya secara lengkap  dapat  dilihat  pada  bagan berikut ini.

    Demikian sekilas tentang KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, semoga bermanfaat.

    CARA PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN

    Media dibuat dengan rancangan yang sistematis melalui berbagai langkah pengembangan dan melibatkan berbagai tenaga terampil dan ahli, serta menggunakan berbagai jenis peralatan. Dengan cara demikian diharapkan media yang dihasilkan dapat merupakan media yang efektif. Namun demikian betapapun banyak kelebihan suatu media, bila cara menggunakannya tidak benar tentulah tidak akan banyak manfaatnya. Karena itu yang perlu dirancang dengan baik bukan hanya pembuatan media itu sendiri melainkan pemanfaatan serta cara penggunaan media itu pun juga perlu diatur dan dirancang sebaik¬-baiknya. Lebih-lebih bila media itu merupakan media pembelajaran. Supaya media pembelajaran itu efektif maka pemanfaatan dan penggunaan media itu harus direncanakan dan dirancang secara sistematik. Berikut ini diuraikan cara-cara penggunaan dari beberapa media dan peralatannya yang paling umum dipakai dan tersedia di lembaga-lembaga diklat dalam menunjang proses pembelajaran.

    1) Buku bahan ajar atau handouts.

    Bila handouts yang dipakai mengikuti kegiatan proses pembelajaran, sebaiknya dibagikan pada awal kegiatan. Dan peserta diklat diinstruksikan untuk melihat atau mencari halaman-halaman di buku yang memuat materi yang dikehendaki bersama-sama. Bisa berupa tabel, kolom-kolom, diagram, gambar, foto, sketsa, bagan, grafik, kartun, disain huruf dan sebagainya. Akan menarik bila masing-masing peserta diberi kesempatan untuk mendiskusikan suatu masalah atau membahasnya bersama-sama. Namun kalau hanya sebagai referensi saja sebaiknya dibagikan pada akhir kegiatan pembelajaran, bila tidak peserta diklat cenderung akan membaca kearah handoutsnya saja.


    2) Papan Tulis atau Blackboard.

    Penggunaannya selalu dilakukan pada saat itu juga, baik menuliskan sesuatu atau membuat sketsa maupun gambar-gambar sederhana. Sebaiknya disaat menulis di papan, hindari sambil berbicara.
    Untuk memancing curah pendapat dan agar semua peserta melihat pendapat peserta yang lain, setiap pendapat langsung dituliskan di papan tulis. Efeknya ada perasaan dihargai setiap apa yang diungkapkan peserta. Apalagi kalau pendapatnya benar, membuat si perserta lebih berbangga hati.
    Seandainya pengajar mempunyai kemampuan menggambar atau tulisannya bagus, kesempatan ini baik dimanfaatkan semaksimal mungkin, sebab perhatian peserta umumnya akan tercurah kearah proses penggambaran dan akan menimbulkan respek/penghargaan kepada pengajar.
    Yang harus diwaspadai adalah agar tidak terlalu sering melewatkan tatap pandang ke arah peserta, saat menulis, bagi yang tidak berbakat menulis bagus merupakan kendala, dan biar apapun gambar dan tulisan tidak sebagus yang diharapkan tampilannya, karena alat tulisnya dari kapur,serta perlu waktu lama untuk membuatnya. Juga saat menghapus tampilan tulisan dan gambar akan menimbulkan debu yang cukup mengganggu.


    3)White board.

    Prinsipnya penggunaan white board ini hampir sama dengan papan tulis biasa, hanya berbeda ditampilan papan dan alat tulisnya, serta efek tampilan gambar dan tulisan yang lebih kelihatan rapih dan untuk pemakaian alat tulis yang berwarna-warni. Bisa juga dimanfaatkan untuk menempelkan gambar-gambar yang direkati magnit. Hati-hati dengan pemeliharaan alat tulisnya, karena mengandung cairan alkohol atau thiner, karena mudah menguap kalau lupa memasang tutupnya, sehingga menjadi kering tidak bisa dipakai lagi, harganya jadi mahal. Kemungkinan lain alat tulisnya karena bentuknya hampir sama dengan yang tintanya permanent bisa tertukar, sehingga sulit dihapus. Kalau hanya beberapa coretan masih bisa diakali dengan menggoreskan pada coretan itu memakai spidol yang non permanen selagi basah buru-buru dihapus dengan penghapus. Namun kalau banyak sebaiknya memakai cairan alkohol atau thinner.

    Alat tulis white board biasa disebut board marker, namun umumnya menyebutnya dengan spidol biarpun kurang tepat. Sebab spidol adalah sebuah merk untuk board marker yang lebih dahulu populer di Indonesia. Sama seperti menyebut semua air mineral dalam kemasan botol dengan "aqua" padahal merknya lain. Atau "in focus" untuk semua LCD (Liquid Crystal Display) proyektor. Juga menyebut "kodak" untuk semua kamera foto. Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain. Namun justru masyarakat lebih menerima yang terlanjur salah.


    4) Peta singkap / Flipchart.

    Sebaiknya lembar pertama dan kedua dibiarkan kosong atau tidak ditulisi, digunakan sebagai penutup pelin¬dung lembaran materi pelajaran yang akan ditampilkan agar tidak terbaca terlebih dahulu oleh peserta diklat.

    Usahakan cara menyingkap lembaran kertas flipchart dengan melipat dari sudut bawah berupa segitiga tegak lurus; baru disingkap keatas cukup dengan tangan satu agar kelihatan profesional rapih dan tidak berantakan.
    Setiap sudut lembaran flipchart yang sudah ada materi pelajarannya diberi code berupa tanda tulisan kecil saja, untuk catatan bagi pengajar agar waktu menyingkap lembarannya sesuai yang dikehendaki tidak keliru dan berulang-ulang.
    Apabila kemampuan menulis atau pun menggam¬bar terbatas, sebaiknya tidak usah memaksakan diri untuk membuat tampilan bahan ajar sendiri, minta bantuan orang yang lebih ahli. Atau meman¬faatkan peralatan OHP untuk rnenayangkan tulisan maupun gambar ke kertas flipchart dan membuat jiplakannya. Jiplakan bisa langsung ditulis dengan spidol atau hanya dengan pensil saja, dengan maksud nantinya akan ditebalkan disaat presen¬tasi di depan kelas, sehingga seolah-olah mampu menggambar dengan cekatan dan akurat.
    Untuk metode curah pendapat, sangat disarankan semua pendapat peserta diklat langsung dituliskan pada kertas flipchart. Ini memberikan perhatian kepada buah pikiran peserta diklat. Lagi pula coretari-coretan ini bisa disimpan. Untuk menampilkan juga bisa bervariasi, mau berurutan atau acak, atau diulang-ulang bila diperlukan. Lebih mengena lagi bila dalam kegiatan diskusi kelompok memanfaatkan lembaran-lembaran kertas flipchart ini, masalahnya bisa disimpan dan ditempel di dinding atau dimana saja.
    Yang perlu diwaspadai keterbatasan ukuran kertas flipchart yang tidak begitu lebar, sehingga untuk ditampilkan di depan audience yang besar jumlahnya kurang tepat. Terlalu kecil.
    Flipchart sangat tepat digunakan sebagai media cadangan yang mudah dibawa kemana-mana dengan cara hanya digulung saja, ringan dan tidak begitu makan tempat, dan bisa dipersiapkan di tempat lain dan mungkin juga oleh orang lain yang lebih ahli. Bermanfaat sekali apabila aliran listrik padam, sementara media yang lain berupa peralatan elektronik tidak bisa berfungsi. Juga bila harus mengajar di daerah terpencil yang belum ada aliran listrik atau di tempat terbuka.


    5)Film bingkai (slide film) proyektornya,

    Bahan materi pelajaran bisa dibuat berupa foto, baik hitam putih maupun warna sehingga lebih meyakinkan bagi para peserta diklat. Karena keterbatasan cahaya yang diproyeksikan sehingga memerlukan pemadaman lampu ruangan serta membuatnya gelap total. Usahakan untuk tidak terlalu lama mempresentasikan bahan ajar slide ini, untuk menghindari peserta malah jatuh tertidur. Kendala yang utama adalah peserta tidak bisa membuat catatan karena gelap, juga tatap pandang dengan para peserta terganggu.
    Sebaiknya datang lebih awal sebelum memulai presentasi untuk persiapan pemasangan film bingkainya (slide), dan mencoba tayangannya di layar apakah sudah tepat.
    Namun pada kenyataannya, media ini dan peralatannya sudah jarang yang menyediakan dan memanfaatkannya karena sudah digantikan dengan peralatan berteknologi baru yang lebih praktis namun lebih besar kemampuannya.


    6) Media Film bergerak dan proyektornya.

    Bila media filmnya sudah ada tinggal memasang¬nya sesuai dengan petunjuk praktisnya. Namun untuk memproduksi film bergerak ini cukup memakan waktu dan tenaga yang banyak serta biaya yang besar.
    Kemarnpuan untuk mengungkapkan gambar yang indah, nyata, bergerak dan bersuara harus kita manfaatkan semaksimal mungkin. Namun harus diwaspadai karena situasi ruangan dibikin gelap total, sehingga tatap pandang ke peserta terganggu, sementara kemungkinan peserta jatuh tertidur. Karena merekapun tidak bisa membuat catatan.
    Media film dengan proyektornya inipun sudah termasuk barang langka, selain kesulitan penampilannya, di mana tidak sembarang ruangan bisa dimanfaatkan, spare partsnya sulit diperoleh, juga kurang praktis dan fleksibel pemakaiannya, apalagi sudah ada peralatan lain yang prinsipnya sama namun lebih menjanjikan, seperti video cassette; laser disc video atau CD video.


    7) Transparerssi dan Overhead Proyektor.

    Penggunaan media transparensi dengan proyektornya adalah sangat mudah, praktis dan sederhana. Sebelum memulai pelajaran usahakan mengecek dulu    OHP    (Overhead projector) -nya, cari di mana letak tombol on/off nya terlebih dahulu, coba nyalakan, bila tidak menyala periksa kabelnya sudah menyambung dengan stop kontak, apabila tidak menyala juga periksa ujung kabelnya apakah ada yang putus, bila masih tidak bisa juga hubungi panitia diklatnya. Bila sudah menyala taruh selembar OHT (overhead transparency) yang bukan berisi bahan ajar, termasuk bingkainya, pada permukaan kaca, posisikan gambar yang tertayang di layar dengan enak, serta stel ketajaman gambar dengan memutar tombol focus. Setelah itu anda siap mempergunakannya.
    Setiap mengganti OHT usahakan OHP dalam keadaan padam agar tidak mengganggu pandangan peserta saat mengganti, posisi berdiri waktu memasang OHT sejajar dengan OHP, baik di sebelah kanan atau sebelah kiri, ini pentirig untuk menghindari OHT yang dipasang tidak terbalik, usahakan tidak menghalangi pandangan peserta diklat secara keseluruhan. Bila toh demikian juga, usahakan posisi berdiri diubah agar juga tidak menimbulkan kejenuhan pandangan peserta.
    Hindari menunjuk tampilan ke arah layar, atau memakai penunjuk, cukup meletakkan sesuatu yang runcing, berupa lidi atau pensil, atau ballpoint di atas lembaran OHT. Juga hindari menunjuk memakai jari tangan atau benda yang diputar ¬putar di atas OHT, hal ini mengurangi kenikmatan     pandangan peserta.
    OHT yang digunakan bisa dipersiapkan sebelumnya ditempat lain bisa oleh orang lain yang mampu agar tampil bagus dan menarik atau ditulis saat itu juga sendiri di permukaan OHT.
    Tetap menjaga kontak pandang dengan peserta dengan tidak membelakangi peserta di saat membaca kearah tayangan di layar, sebaiknya membaca ke arah OHT.
    Sebaiknya penayangan OHT dibuat lebih variatif agar peserta tidak jenuh, hindari menjadi pembantunya alat bantu, supaya tampilan lebih rilek.
    OHT yang digunakan dapat difotocopy untuk bahan handouts bagi para peserta diklat.
    Sebaiknya OHT yang sudah dipakai disimpan dengan cermat, dengan diberi lapisan plastik atau kertas pelindung agar motifnya tidak tergesek-gesek sehingga mengelupas dan rusak. Untuk lebih amannya serta mudah mencarinya sebaiknya dimasukkan kedalam album clear holder, tentu saja tanpa bingkainya.
    Agar para peserta diklat pandangannya lebih terarah pada tampilan OHT yang ditayangkan, pakailah bingkai (frame) khusus OHT dan beri penutup agar tidak ada cahaya lampu yang tidak berguna bocor ikut ditayangkan. Di samping itu    bingkai berguna untuk menekan OHT agar tetap    rata meskipun kena panasnya lampu yang kemungkinan melengkung, juga agar tetap rapih pada tempatnya. Pakailah penutup OHT yang ditempeli pemberat agar tidak jatuh saat di posisi tepi OHP, atau diterbangkan angin dari kipas angin atau blower AC ruangan. Manfaatkan bingkai maupun penutup OHT sebagai catatan rahasia buat kita sendiri, mungkin berupa istilah asing, singkatan, kata asing, nomor-nomor surat kepu¬tusan atau undang-undang, urutan pokok-pokok bahasan atau apa saja, sebagai contekan yang tidak akan diketahui oleh peserta dari pada kita harus mencarinya dengan membuka buku catatan yang belum tentu segera ketemu, sementara peserta melihat bahwa kita tidak siap.


    8) Video cassette, Laser Video dan Compact Disc (CD) Video dengan peralatan penayang Pesawat Televisi atats LCD (Liquid Crystal Display) proyektor.

    Sebetulnya media gambar bergerak berupa Video Cassette, Laser video serta Compact Disc (CD) Video pada awalnya adalah berasal dari gambar film bergerak juga, yang di transfer menjadi media video. Namun setelah itu memang untuk pembuatan gambar video tidak memakai kamera film lagi namun langsung dengan kamera video, yang lebih menjanjikan segalanya. Misalnya pada proses pengambilan gambar (shooting) dengan kamera sudah bisa disaksikan langsung hasil gambarnya, dengan cahaya yang seadanyapun mampu merekam gambar, sementara pita videonyapun bisa dipakai berulang kali.
    Maka dari sini penggunaan media video dengan perangkatnya tidak berbeda jauh dengan gambar film dengan proyektornya, di saat pemutaran ulang. Bedanya ruangan tidak perlu digelapkan, semua lampu ruangan bisa dibiarkan tetap menyala. Baik untuk memutar ulang gambar video itu melalui pesawat Televisi ataupun diproyeksikan ke layar dengan memakai LCD proyektor. Sehingga tatap pandang dengan seluruh peserta diklat tidak terganggu.


    9) Media Komputer Multi Media dengan LCD Proyektor.

    Sebaiknya sewaktu mempergunakan media multi media dengan LCD proyektor, diusahakan untuk datang lebih awal dari para peserta diklat, sehingga sewaktu melakukan kegiatan mema¬sang peralatan dan menyambung kabel-kabel yang tidak sedikit jumlahnya itu termasuk setting sound systemnya tidak disaksikan oleh peserta diklat. Sehingga begitu proses pembelajaran dimulai semuanya sudah siap dan langsung mulai tanpa pengetesan lagi.
    Percaya pada panitia/petugas diklat boleh saja tetapi curiga jalan terus, maksudnya seorang Pelatih yang akan mengajar sebaiknya juga selalu siap dengan segala situasi dan kondisi di kelas. Misalnya dianjurkan untuk paling tidak membawa Testpen elektronik, untuk mengecek aliran sumber daya listrik, juga bila mungkin kabel rol listrik minimal 5 meter, sambungan "T" dua buah. Atau multi stop kontak yang berisi 6 lobang. Karena sering terjadi gara-gara memerlukan beberapa stop kontak yang banyak, petugas tidak siap. Sehingga menunggu dicarikan dulu, apalagi kalau petugas diklatnya juga datangnya terlambat, sementara peserta diklat sudah mulai hadir. Untuk presentasi dengan media komputer dengan LCD proyektornya, sebaiknya memanfaatkan komputer Note book atau Laptop sebab penyaji bisa tetap tatap pandang dengan peserta diklat, meskipun sambil melihat ke layar monitor komputernya. Kalau toh harus memakai Desktop komputer ya bisa saja asal ada. layar, monitornya yang bisa tampil simultan dengan yang ditayangkan di layar, melalui LCD proyektor.
    Selalu ingat untuk merubah tampiian layar tidak dalam posisi. trapesium (Keystone), atau tayangannya sudutnya tidak siku menjadi siku. Sehingga tampilan gambar sesuai dengan skalanya, tidak memanjang atau melebar.
    Sebaiknya memakai laser pointer untuk menunjuk ke layar agar lebih jelas, namun tidak semata-mata membelakangi peserta diklat.
    Usahakan memposisikan power LCD proyektor ke posisi "Stand by" bila tidak dipakai, jadi tidak langsung menekan tombol "Off-nya.
    Efek suara bila kurang perlu sebaiknya dipelankan atau dimatikan bila mengganggu konsentrasi peserta diklat. Jangan lupa mengambil kembali diskette atau CD video pelajaran yang dipakai di komputer bila peralatan itu bukan bawaan sendiri sebab seringkali tertinggal.
    Bila memakai tampilan huruf yang khas yang di komputer yang dipergunakan tidak ada, sebaikrnya diinstal dulu untuk menghindari tampilannya diubah oleh komputer sehingga berbeda sama sekali dan terkesan berantakan.
    Cara lain ialah sebelumnya merubah tampilar huruf (text) itu menjadi file gambar (curve), atau bitmap. Atau yang paling aman ialah menggu¬nakan font atau huruf yang sudah standard dsemua komputer berbasis Microsoft Windows, seperti Arial atau Times New Romans.
    Kemungkinan ada kesalahan ejaan atau ada saran perbaikan dari peserta mengenai tampil-annya sebaiknya proses perbaikannya dilakukan di depan para peserta saat itu juga, disamping menghindari faktor lupa juga peserta yang meng¬usulkan akan mendapatkan kepuasan tersendiri.


    10) Media Audio dan Radio.

    Media audio dan radio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (ke dalam kata-kata/bahasa lisan) maupun non verbal. Ada beberapa jenis media yang dapat dikelompokkan dalam media audio, antara lain, radio, alat perekam pita magnetik, kaset audio, cd audio dan laboratorium bahasa. Untuk pelajaran pengenalan bunyi-bunyian misalnya sound effect, atau macam-macam irama musik, dan mengenal suara sendiri di saat mengajar di depan kelas, bisa dimanfaatkan peralatan audio ini. Yaitu dengan merekamnya dan memutar ulang. Kita pakai audio kaset player atau pita reel audio. Sedangkan untuk pelajaran bahasa asing bisa memanfaatkan kaset ataupun cd audio. Untuk PH (piringan hitam) mungkm hanya mampu memutar ulang lagu atau musik juga bunyi-bunyian.
    Sedangkan radio bisa dimanfaatkan siaran-sia¬rannya untuk belajar tanpa harus di depan keias, serta sambil tetap mengerjakan pekerjaan yang lain.

    11) Benda nyata atau tiruan miniatur.

    Manfaatkan benda nyata atau tiruannya bisa berupa minatur untuk peragaan ataupun kegiatan praktik. Bila memakai benda miniatur usahakan hadirkan pembandingnya.

    Demikian cara penggunaan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas. Semoga bermanfaat.


    Sumber referensi :

    Radio Nederland Training Centre, Handouts OVERHEAD PROJECTOR AS TEACHING AIDS. Hilversum, The Netherland, 1987.

    Amir Hamzah Suleiman, MEDIA AUDIO-VISUAL UNTUK PENGAJARAN, PENERANGAN DAN PENYULUHAN. PT. Gramedia Jakarta 1981.

    Sayling Wen, FUTURE OF THE MEDIA, Lucky Publishers, P.O.Box 238, Batam Centre, 29432: Prof. Dr. Azhar Arsyad, MA, MEDIA PEMBELAJARAN PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta 2002.

    Lisa Lopuck, DESIGNING MULTIMEDIA, Peachpit Press 2414 Sixth Street Berkeley, CA 94710, USA, 1996

    Dr. Arif S. Sadiman, M.Sc. (dkk), MEDIA PENDIDIKAN : Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada 2002.

    TEKNIK PEMBELAJARAN NUMBER HEAD PADA PEMBELAJARAN COOPERATIF LEARNING KESETARAAN


    Teknik pembelajaran kepala bernomor (Number Heads) yang dapat diterapkan dalam pembelajaran kesetaraan paket B dan Paket C.

    Teknik pembelajaran kepala bernomor (Number Heads) dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992) Dalam Anie Lie (2007 : 59), teknik  ini memberikan kesempatan kepada warga Belajar untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Selain itu, teknik ini juga mendorong warga Belajar untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka dan meningkatkan kemampuan warga Belajar dalam mengemukakan ide dan pendapatnya.

    Langkah pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) Teknik Kepala Bernomor (Number Head)
    Langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh tutor dalam pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) Teknik kepala bernomor (Number Heads) yaitu :

    • Warga belajar dibagi dalam kelompok secara heterogenitas. Setiap warga belajar dalam setiap kelompok mendapat nomor.
    • Tutor memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
    • Kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan memastikan setiap anggota  kelompoknya mengetahui jawabannya.
    • Tutor memanggil salah satu nomor. Warga belajar dengan nomor yang didpanggil melaporkan hasil kerjasama mereka di depan kelas.
    • Kemudian kelompok lain dapat memberikan masukan merespon dari hasil diskusi (menyempurnakan).
    • Tutor selanjutnya mengulangi beberapa kali dari kelompoknya yang berbeda.
    • Tutor mengkalsifikasikan apabila timbul permasalahan dan menarik kesimpulan.
    Keunggulan Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) Teknik kepala bernomor (Number Heads) yaitu:
    1.    Setiap warga belajar menjadi siap untuk mengemukakan pendapat/hasil kerjasama dalam kelompok
    2.    Dapat melakukan diskusi dengan seungguh-sungguh
    3.    warga belajar yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.
    4.    Dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

    Sedangkan kelemahan dari pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) teknik kepala bernomor (numbered heads) dalam pembelajaran yaitu:
    1.    Kemungkinan nomor yang sudah dipanggil oleh tutor, dapat dipanggil lagi oleh tutor.
    2.    Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh tutor, ada warga belajar yang tidak mendapatkan kesempatan dipanggil karena katerbatasan waktu yang ada.