Jumat, 06 Februari 2015

MENGENAL PENILIK DAN PENGAWAS PAUD

1. Siapa yang dimaksud Penilik/ Pengawas PAUD?

Penilik / Pengawas PAUD adalah tenaga kependidikan dengan tugas utama melakukan kegiatan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program pendidikan anak usia dini (PAUD).

2. Di manakah Penilik/Pengawas PAUD berada?

Penilik/Pengawas PAUD berkedudukan di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan wilayah kerja di beberapa desa/kelurahan dan kecamatan.

3. Apakah tugas Penilik/Pengawas PAUD?

Tugas pokok Penilik/Pengawas PAUD adalah melaksanakan kegiatan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program PAUD.

4. Apa sajakah yang termasuk dalam kegiatan pengendalian mutu dan evaluasi damapak program PAUD?
a. Kegiatan pengendalian mutu program PAUD, meliputi :

  • perencanaan program pengendalian mutu PAUD
  • pelaksanaan pemantauan program PAUD
  • pelaksanaan penilaian program PAUD
  • pelaksanaan pembimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan PAUD; dan
  • penyusunan laporan hasil pengendalian mutu PAUD
b. Kegiatan evaluasi dampak program PAUD meliputi:
  • penyusunan rancangan/desain evaluasi dampak program PAUD
  • penyusunan instrumen evaluasi dampak program PAUD
  • pelaksanaan dan penyusunan laporan hasil evaluasi dampak program PAUD; dan
  • presentasi hasil evaluasi dampak program PAUD.

PENGERTIAN GAYA DALAM IPA ILMU PENGETAHUAN ALAM

Balon Bergerak, gaya gerak dalam balon, balon bergerak ke atasWarga belajar dan siswa--sekalian, berikut ini kita akan memahami tentang gaya yang telah kita pelajari dalam mata pelajaran IPA kemarin. Apakah Gaya itu ? Coba kembali kita perhatikan contoh yang terjadi dari gaya, misalnya mengapa balon naik ke udara?, atau mengapa batu yang dilempar jatuh ke tanah. dan sebagainya.

Jadi pengertian Gaya adalah dorongan atau tarikan yang diberikan pada suatu benda. Untuk melakukan suatu gaya, diperlukan tenaga. Gaya dan tenaga mempunyai arti yang tidaksama, namun keduanya saling berhubungan. Gaya tidak dapat dilihat, tetapi pengaruhnya dapat dirasakan. Tarikan dan dorongan yang dilakukan memerlukan tenaga. Gaya ada yang kuat dan ada pula yang lemah. Makin besar gaya dilakukan, makin besar pula tenaga yang diperlukan. Besar gaya dapat diukur dengan alat yang disebut dinamometer. Satuan gaya dinyatakan dalam Newton (N). Gaya dapat memengaruhi gerak dan bentuk benda. Gerak adalah perpindahan posisi atau kedudukan suatu benda. Bentuk benda adalah gambaran wujud suatu benda.


Sifat-sifat Gaya
  1. Besar kecilnya ditentukan oleh besar kecilnya tarikan atau dorongan
  2. Gaya dapat mengubah bentuk suatu benda
  3. Gaya dapat mengubah arah gerak arah atau gerak suatu benda
 
Macam-macam Gaya
  1. Gaya Listrik
  2. Gaya magnet
  3. Gaya pegas
  4. Gaya gesek
  5. Gaya otot
  6. Gaya mesin
  7. Gaya gravitasi (Gaya tarik bumi).
 
Pengaruh Gaya terhadap Benda

1. Pengaruh gaya terhadap benda yang diam
Benda yang diam dapat bergerak jika diberi gaya. Contoh kelereng yang tadinya diam akan bergerak setelah dientil, lemari yang tadinya diam akan bergerak setelah diberi gaya dengan dorongan. Dalam hal ini gaya dapat mempengaruhi gerak benda.

2. Pengaruh gaya terhadap benda yang bergerak
Benda yang bergerak, jika diberi gaya dapat mengakibatkan benda tersebut berubah menjadi diam, berubah arah, atau juga bisa bergerak lebih cepat. Contoh, bola yang bergerak akan diam apabila ditahan dengan kaki, bola yang yang dilempar ke arah tembok akan berubah arah setelah menumbuk tembok.

3. Pengaruh gaya terhadap bentuk benda
Suatu benda saat dikenai gaya yang cukup dapatmengakibatkan benda tersebut berubah bentuk. Semakinbesar gaya yang dikenakan semakin besar pulaperubahan bentuk pada benda tersebut. Contoh, kalengminuman yang kosong saat diinjak dengan keras akanpenyok, batu besar jika dipukul dengan palu akanpecah menjadi batu-batu yang berukuran lebih kecil.
 
Lain-lain
  1. Satuan ukuran gaya adalah newton
  2. Alat untuk pengukur gaya disebut Dinamometer
  3. Gaya adalah Suatu bentuk kerja mendorong dan menarik suatu benda 
Demikianlah tentang pengertian dan jenis-jenis gaya dalam Ilmu Pengetahuan Alam. selamat belajar Semoga bermanfaat. Terimakasih.
 
Sumber: Buku Modul Kesetaraan Program Paket B Setara SMP Dirjen PLSP. 

Kamis, 05 Februari 2015

FUNGSI DAN JENIS-JENIS HUTAN

Semua hutan di belahan bumi ini, khususnya hutan-hutan yang ada di Indonesia memiliki beragam tumbuhan yang unik dan menarik. Berdasarkan keadaan iklim, jenis tumbuh-tumbuhannya, cara terjadinya, tempat  tumbuhnya, serta fungsinya hutan dapat dibedakan atas jenis-jenis dan fungsinya sebagai berikut:

1. Berdasarkan keadaan Iklim

Berdasarkan keadaan iklim, khususnya curah hujan, hutan dapat digolongkan menjadi:
  • Hutan tropis, yaitu hutan yang terletak atau tumbuh di daerah hujan tropis. Hutan ini memiliki ciri, terdiri atas berjenis-jenis pohon besar dan kecil, mahkota daun bertingkat-tingkat, keadaan didalam remang-remang dan di bawah selalu lembab.
  • Hutan musim, yaitu hutan yang terletak di daerah iklim musim (musim kemarau dan hujan), dan tumbuh-tumbuhannya sejenis, misalnya hutan jati dan sebagainya.
  • Sabana, adalah padang rumput yang diselingi pohon-pohonan.
  • Steppa (padang rumput), padang rumput tanpa pohon-pohonan.


2. Berdasarkan jenis tumbuh-tumbuhannya 

Berdasarkan jenis tumbuh-tumbuhannya, hutan dapat dibedakan sebagai berikut :
  • Hutan heterogen, yaitu hutan yang terdiri atas berbagai jenis tumbuh-tumbuhan. Biasanya merupakan hutan hujan tropil atau hutan rimba.
  • Hutan Homogen, yaitu hutan yang terdiri atas satu jenis tumbuh-tumbuhan, misalnya hutan jati, hutan pinus, hutan bakau, damar, dan rotan.

3. Berdasarkan cara terjadinya

Berdasarkan cara terjadinya, dapat dibedakan atas hutan sebagai berikut :
  • Hutan primer, yaitu hutan alami yang belum pernah ditebang atau belum kena campur tangan manusia. Hutan rimba termasuk hutan primer, hutan ini sangat tebal, dan pohonnya dengan ketinggian bertingkat-tingkat.
  • Hutan sekunder, yaitu hutan primer yang pernah ditebang dalam kurun waktu kurang lebih 20 - 30 tahun, tumbuh hutan yang disebut hutan sekunder. Hutan skunder tidak selebat hutan primer. Hutan primer dan hutan sekunder juga disebut hutan alam.
  • Hutan Budidaya, yaitu hutan yang ditanam oleh mansusia dengan tujuan tertentu. Hutan ini biasanya terdiri atas tumbuhan homogen misalnya, hutan jati, pinus, kayu putih, dan bumbu.


4. Berdasarkan tempat tumbuhnya

Berdasarkan tempat tumbuhnya, hutan dapat dibedakan sebagai berikut :
  • Hutan pantai, berupa hutan bakau (mangrove). Hutan tersebut banyak terdapat di Sumatera Timur, Irian Jaya, dan Kalimantan.
  • Hutan rawa, tumbuh di dataran berawa, tumbuh pada tempat rawa yang berair tawar. Hutan ini seperti yang terdapat di pantai Timur Sumatera, Kalimantan, dan Kalimantan Barat.
  • Hutan Pegunungan, adalah hutan yang tumbuh di daerah pegunungan. Pohon-pohon ditumbuhi lumut, karena suhu udara daerah pegunungan rendah dan sangat lembab.


5. Berdasarkan fungsinya

Berdasarkan fungsinya, hutan dapat dibedakan sebagai berikut :
  • Hutan produksi, yaitu hutan yang mampua menghasilkan kayu, rotan, dan getah. Hasil ini dapat dimanfaatkan untuk bermacam-macam kebutuhan seperti industri, perdagangan (sebagai sumber devisa), juga digunakan sebagai bahan bakar.
  • Hutan lindung, yaitu hutan yang dilindungi oleh pemerintah untuk melestarikan hewan dan tumbuhan. Hutan ini juga membentuk humus yang berarti dapat menambah kesuburan tanah, dan melindungi tanah dari erosi dan banjir, serta mengatur tata air. Pohon-pohon di hutan lindung tidak boleh ditebang.
  • Hutan rekreasi, yaitu hutan yang digunakan atau difungsikan untuk rekreasi/objek wisata.
  • Hutan cadangan, adalah lahan hutan yang dicadangkan untuk dimanfaatkan menurut keperluan lewat pertimbangan yang seksama.


6. Persebaran hutan dan hasil-hasilnya
 
a. Hutan hujat tropis
Hutan hujat tropis ini terdapat di daerah yang mengalami curah hujan banyak. Hutan ini sekarang terdapat di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, dan jawa Barat. Hasil-hasil yang dapat diperoleh dari hutan hujan tropis kayu-kayu untuk bahan bangunan seperti, meranti, damar, rotan dan lain-lain.

b. Hutan Musim, 
Hutan Musim terdapat didaerah yang nyata beriklim musim dengan curah hujan kurang dari 2.000 mm setahun, sedangkan musim kemarau berbulan-bulan lamanya, Misalnya hutan jati yang terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan beberapa daerah di Sulawesi Selatan.

c. Hutan Produksi
Hutan Produksi terdapat di wilayah Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Irian Jaya. Hutan produksi tetap disediakan untuk diambil hasilnya. Ada dua macam hutan Produksi tetap, yaitu hutan rimba dan hutan budidaya. Tumbuhan hutan rimba tergantung dari alam, sedangkan hutan budidaya sengaja ditanami oleh manusia, biasanya dengan tanaman yang sejenis (hutan homogen). Hasil kayu yang penting dari hutan rimba adalah kayu cendana, kayu meranti, kayu besi dan kayu hitam. Hutan budidaya contohnya adalah hutan jati, hutan pinus (tusam). Pohon pinus menghasilkan getah yang disadap dari batangnya yang dapat digunakan untuk membuat lak (lem kayu) dan pernis. Kayu pinus dijadikan bubur kayu (pulb) yang kemudian diolah menjadi kertas.

d. Hutan lindung
Pohon-pohon di hutan lindung tidak boleh ditebang. Umumnya hutan lindung diperuntukan di lereng-lereng pegunungan, dan hutan bakau (mangrove) di daerah tepi pantai atau di rawa-rawa air asin di tepi pantai. Hutan lindung diperuntukan guna melindungi tanah dari erosi dan banjir, mengatur tata air dan memelihara kesuburan tanah.

e. Hutan rekreasi
Hutan yang digunakan untuk rekreasi atau sebagai objek wisata. Hsil yang diperoleh dari hutan ini adalah dapat mendatangkan wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan luar negeri untuk dapat menikmati keindahan alam hutan dan kesejukan udaranya. Dengan datangnya wisatawan lokal berarti, adanya pemasukan untuk pemerintah daerah sedangkan pendapatan nasional akan bertambah dari wisatawan manca negara. lebih jauh lagi masyarakat setempat akan ikut menikmati hasilnya, baik sebagai tenaga kerja maupun pedagang, penjual jasa dan sebagainya yang dibutuhkan oleh wisatawan yang datang ke lokasi hutan rekreasi. Contoh hutan rekreasi yang terdapat di Indonesia adalah Cibodas di Jawa Barat, Tawang mangu di Jawa Tengah.

f. Hutan cadangan
Hutan cadangan hutan yang dimanfaatkan menurut keperluan lewat pertimbangan yang seksama. Salah satu bentuk dalam memanfaatkannya adalah sebagai cadangan bagi hutan-hutan disekitarnya maupun di daerah lain yang rusak akibat bencana seperti, kebakaran, kekeringan dan sebagainya.

Rabu, 04 Februari 2015

MENGENAL TANAMAN TEBU YANG ADA DI INDONESIA

Warga belajar--sekalian, jika kalian suka makanan yang manis-manis atau bikin munuman yang menggunakan gula, maka ada baiknya jika mengenal dari mana sumber gula yang digunakan untuk membuat makanan dan minuman itu. Tebu adalah bahan baku utama untuk membuat gula, selain bahan baku lainnya. Dengan cara pengolahan yang khusus dan melalui proses tertentu dihasilkanlah gula dari bahan baku tebu ini. Tapi Tahukah kamu bagaimana dan dari mana tanaman tebu?.

Tanaman tebu telah lama tumbuh dan dibudidayakan di Indonesia. Tebu diperkirakan berasal dari India. Tempat tumbuhnya adalah dataran rendah tropika. Supaya kadar gulanya tinggi, tanaman tebu memerlukan banyak air ketika masih muda, dan musim kemarau yang panjang ketika mulai tua. Waktu menebang pun harus tepat, karena kalau terlambat kadar gulanya akan sangat berkurang.

Tanaman tebu atau dalam bahasa Inggris; "Sugar Cane" adalah tanaman yang memiliki klasifikasi berupa :
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Sub Kingdom : Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Graminae atau Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus : Seccharum
Spesies : Saccharum officinarum Linn

Berdasarkan bibitnya ada beberapa jenis bibit tebu yang sering ditanam yaitu :
a. bibit bagal
Bibit yang berasal dari kebun bibit yang terdiri atas bagal mata dua dan bagal mata tiga khusus untuk lahan kurang air.

b. Bibit Dederan
Bibit yang berasal dari hasil persemaian (jawa = dederan) stek-stek batang batang yang dibuat dengan maksud antara lain :
1. Memperbesar penangkaran
2. Untuk tempat pertumbuhan peralihan bahan bibit yang telah cukup umur sambil menunggu penyiapan lahan untuk tanaman
3. Memperkecil resiko penyulaman karena pada umumnya bibit yang berasal dari bibit dederan langsung dapat tumbuh
4. Sebagai bahan tanam sulam yang tanaman mati.

c. Bibit Rayungan
Bibit yang berasal dari kebun bibit terbagi atas rayungan bermata satu dan rayungan bermata dua, digunakan untuk tanaman di lahan basah dengan pengairan cukup. Namun keberadaannya sekarang sudah jarang digunakan karena jarak antara kebun bibit dan kebun tebu giling yang jauh menyebabkan tingkat kerusakan yang sangat tinggi, serta menyebabkan ketersediaan air menjadi berkurang drastis.

d. Bibit Ceblokan
Sepintas bibit ini sama dengan dengan bibit rayungan. Perbedaan bibit ceblokan berasal dari stek batang dengan beberapa mata yang ditanam tegak lurus pada papan tanam yang cara penyiapannya sama dengan bibit dederan namun dibuat lebih tebal. Dengan demikian akar setek batang yang ditanam cepat tumbuh dan berkembang sehingga mempercepat bertunasnya mata di buku-buku ruas batang tersebut. Kondisi kebun bibit harus dijaga agar tetap lembab. Untuk memacu pertumbuhan, dapat dipupuk secukupnya. Selanjutnya perawatan seperti bibit rayungan.


e. Bibit Pucukan
Bibit yang diambil dari pucuk tebu giling pada saat tebang. Bibit dipotong dari pucuk sepanjang 30 - 40 cm (3-4 mata). Kebun yang diambil pucuknya harus murni dan sehat. Bibit jenis ini digunakan jika kekurangan bibit dari KBD.

Selain bibit diatas, sering perkembangan teknologi pertanian dan banyaknya sistem silang maka semakin banyak jenis dan bibit-bibit yang bisa ditemukan antara lain :
Single bud, Bud Chip, Bud Shed, dan Kultur Jaringan.

Perkebunan telah diusahakan secara besar-besaran sejak zaman Belanda. Sebelum perang dunia II Indonesia terkenal sebagai pengekspor gula. Balai percobaan tanaman tebu didirikan di Pasuruan, Jawa Timur.

Sekarang ini sebagian besar penanaman tebu menggunakan sistem TRI (Tebu Rakyat Intensifikasi). Dalam sistem TRI, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan penebangan tebu diusahakan oleh rakyat petani. Petani mendapatkan pinjaman dari bank untuk mengelolanya. Hasil tebu diserahkan ke pabrik untuk digiling dan dijadikan gula tebu. Sistem TRI dilaksanakan karena tebu ditanam di alah milik rakyat, terutama di pulau Jawa. Penanaman tebu di luar Jawa, seperti di Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, Dan Kalimantan Selatan, tidak menggunakan sistem TRI. Ini disebabkan lahan tempat penanaman tebu dikuasai oleh pabrik.

Ada beberapa daerah yang memproduksi gula tebu ini, daerah utama penghasil gula terdapat di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Produksi gula tebu di Indonesia seluruhnya dikonsumsi di dalam negeri
.

USAHA-USAHA PEMERINTAH DALAM PELESTARIAN HUTAN

Hutan wajib kita lestarikan sebagai sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia, baik untuk kita di masa sekarang maupun untuk anak cucu dimasa yang akan datang. Tetapi kenyataannya merawat dan melestarikan hutan tidak semudah yang dibayangkan, banyak masalah dan kendala yang dihadapi seperti terjadinya pengrusakan hutan oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Dalam usaha mengatasi kendala-kendala dalam bidang kehutanan, pemerintah telah mengambil tindakan atau usaha-usaha sebagai berikut :
  1. Memberikan penerangan kepada para petani tentang penggarapan dan pengolahan lahan pertanian yang tidak merusak lingkungan, khususnya dalam pembukaan lahan baru.
  2. Memberikan penerangan kepada petani akibat buruk dari sistem pertanian berpidah-pindah, dan bencana yang akan timbul dari akibat kerusakan hutan.
  3. Membentuk tim khusus yang bertugas mengawasi kehutanan seperti, POLSUS (Polisi khusus) kehutanan untuk mencegah penebangan liar atau pencurian kayu.
  4. Mencabut HPH (Hak Penguasaan Hutan) bagi perusahaan yang tidak mematuhi aturan-aturan pengusahaan hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah
  5. Guna mengembalikan keutuhan hutan yang telah ditebang, pemerintah melaksanakan reboisasi, penghijauan, serta rehabilitasi.
Demikian para siswa dan warga belajar sekalian, tugas kita juga sebagai generasi muda untuk turut menjaga dan melestarikan hutan, demi bumi tempat kita tinggal dan hidup ini. Terimakasih semoga bermanfaat. 

TIPS CARA MENGHADAPI UJIAN YANG BAIK DAN BENAR

Warga belajar dan siswa-- sekalian, ujian Nasional sudah semakin dekat, baik yang sekolah di SMA Formal Maupun yang Non formal kesetaraan tentunya harus mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian ini. Mengenai kesiapan ujian nanti silakan kalian tanya diri masing-masing, Sudah siapkan anda menghadapi ujian ? ..Bagi yang merasa belum siap mungkin tips-tips berikut ini dapat membantu untuk menambah motivasi dan meningkatkan kesiapan belajar dan mengahadapi ujian :

Bagaimana Cara Persiapan Menghadapi Ujian yang Baik?

Untuk melakukan ujian dengan baik, mula-mula kamu harus mempelajari dan melakukan review materi sebelum ujian. 

Berikut adalah beberapa teknik untuk memahami materi ujian dengan lebih baik:

Belajar - Pasca Belajar
  • Review catatanmu segera setelah kelas.
  • Review catatanmu dengan singkat sebelum masuk kelas kembali.
  • Jadwalkan waktu yang agak lama untuk review catatan tersebut setiap minggunya
Review
  • Atur catatan, teks dan tugas-tugasmu.
  • Perkirakan waktu yang kamu butuhkan untuk melakukan review.
  • Buatlah jadwal review yang terdiri dari waktu dan bahan materi.
  • Ujilah dirimu sendiri dengan materi tersebut.
  • Selesaikan belajarmu sehari sebelum ujian dimulai.

tips saat ujian

Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian
terhadap perkembangan belajarmu.
Ada beberapa kondisi lingkungan, termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.
Berikut ini beberapa tips untuk membantu kamu dalam mengerjakan ujian:
  • Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
    Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.
  • Tenang dan percaya diri.
    Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.
  • Bersantailah tapi waspada.
    Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.
  • Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
    Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.
  • Jawab soal-soal ujian secara strategis.
    Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Soal-soal terakhir yang seharusnya kamu cermati  dan kerjakan adalah:
    • soal paling sulit
    • yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
    • memiliki nilai terkecil
    • Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
      Mula-mulai, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.
    • Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
      Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu.
    • Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
      Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.
    • Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
      Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.
    • Analisa hasil ujianmu.
      Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.

     
    Ujian Benar/Salah
    • Ujian benar/salah sering terdiri dari jawaban benar daripada jawaban salah.
      Ketika kamu merasa ragu, pilihlah jawaban benar. Paling tidak kamu memiliki kesempatan 50% menjawab dengan tepat.
    • Perhatikan seksama penggunaan kata "qualifier",
      negatif dan kalimat pernyataan yang panjang.
    • "Qualifier" adalah kata yang membatasi atau mengarah kepada pernyataan umum.
      Kata-kata seperti "tanpa, tidak pernah, tidak ada, selalu, setiap, keseluruhan, hanya" mengurangi kemungkinan dan biasanya berarti pernyataan salah. Penggunaan jenis kata semacam ini mengharuskan pernyataan yang tercantum tepat 100% selamanya. Kata-kata seperti "kadang-kadang, sering, biasanya, pada umumnya" memungkinkan adanya pernyataan yang akurat dan biasanya berarti pernyataan yang benar. Kata-kata tersebut membuat suatu pernyataan mewakili realitas.
    • Kata negatif memusingkan.
      Bila pertanyaan mengandung kata negatif, seperti "tanpa, tidak, tidak dapat," lingkari kata negatif tersebut dan baca kalimatnya lagi tanpa menggunakan kata negatif tersebut. Putuskan apakah kalimat tersebut benar atau salah. Bila benar, ini berarti kebalikannya atau negatifnya merupakan pernyataan yang salah.
    • Setiap bagian dari kalimat yang benar selalu benar.
      Bila satu bagian dari kalimat adalah salah, semua kalimat tersebut salah tanpa mempedulikan pernyataan benar lainnya. Karena itu baca kalimat-kalimat panjang secara hati-hati dan perhatikan seksama kelompok kata yang dipisahkan dengan tanda baca. Kalimat-kalimat yang terdiri dari rangkaian panjang kata-kata biasanya - tetapi tidak selalu - berupa pernyataan salah.
     Demikian TIPS CARA MENGHADAPI UJIAN YANG BAIK DAN BENAR semoga bermanfaat. Sukses ujian nasionalnya..!!

    Senin, 02 Februari 2015

    MEMAHAMI ETHNOLINGUISTIK (PENYEBARAN BAHASA LOKAL)

    Ethnolinguisitik berasal dari bahasa Latin, ethnos yang berarti bangsa dan lingua yang artinya bahasa. Dengan demikian, maka ethnolnguisiti adalah ilmu yang mempelajari penyebaran bahasa-bahasa di dunia. Penyebaran bahasa berkaitan dengan penyebaran penduduk pengguna bahasa tersebut.

    Di Indonesia, terdapat ratusan lebih bahasa lokal yang tersebar hampir di seluruh wilayah nusantara. Pemetaan bahasa-bahasa lokal di Indonesia dapat digolongkan ke dalam dua kelompok besar, yaitu bahasa Austronesia, bahasa Papua. Penyebaran tersebuta secara rinci dapat dilihat dalam uraian di bawah ini:

    A. Penyebaran Bahasa Austronesia

    Penyebaran bahasa Austronesia mencakup negara Taiwan, Indonesia, Papua New guinea, Suriname, Malaysia, Thailand, Myanmar, dan Filipiha. Di Indonesia, Bahasa-bahasa yang termasuk ke dalam rumpun Austronesia merupakan bahasa-bahasa Melayu Polinesia, bahasa-bahasa tersebut antara lain meliputi bahasa-bahasa sebagai berikut :
    1. Bahasa Jawa-Bali
    2. Bahasa Nusa Tenggara
    3. Bahasa Kalimantan
    4. Bahasa Sumatera
    5. Bahasa Sulawesi
    6. Bahasa Maluku


    B. Bahasa Papua

    Bahasa Papua merupakan bahasa yang terdapat dan digunakan oleh sebagian besar penduduk daerah Provinsi Papu. Berdasarkan wilayah persebaran, bahasa-bahasa Papua dapat dikelompokan ke dalam dua kelompok besar yang oleh para ahli linguistik disebut sebagai phylium (fila) yaitu fila bahasa-bahasa Melanesia dan fila bahasa-bahasa non Melanesia.

    Fila bahasa-bahasa Mealnesia merupakan bagian tengah selatan dari fila besar bahasa-bahasa Austronesia (19,5% dari seluruh bahasa yang terdapat di Papua). tersebar di daerah pantai, dan beberapa terdapat di daerah pedalaman. Sedangkan fila bahasa-bahasa non Melanesia (80,5%) merupakan khas Papua, yang tidak memiliki hubungan linguistik dengan bahasa-bahasa di luar Papua dan Papua Nugini, kecuali dengan beberapa bahsa di Pulau Timur, Alor, Pantar, dan Halmahera. Fila non Melanesia ini disebut bahsa asli Papua, tersebar di daerah pantai dan pedalaman.

    Perbedaan wilayah persebaran bahasa di Papua menurut para ahli bahasa dan sejarah merupakan akibat dari sejarah daerah. Orang-orang atau suku yang berbahasa non Melanesia merupakan penduduk asli Papua, Sedangkan suku yang berbahasa Melanesia berdatangan dalam beberapa gelombang dan menempati daerah sepanjang pantai serta mendesak orang-orang yang berbahasa Melanesia ke arah pedalaman.

    Berikut ini adalah beberapa contoh kelompok bahasa Papua yang masih dapat ditemukan di beberapa masyarakat wilayah persebaran bahasanya tersebut :
    1. Bahasa-bahasa Baining
    2. Bahasa-bahasa Bird's Head Timur Sentani
    3. Bahasa-bahasa Border
    4. Bahasa-bahasa Bougainville Selatan
    5. Bahasa-bahasa Bougainville Utara
    6. Bahasa-bahasa Dataran Lakes (Bagian atas Sungai Memaberamo)
    7. Bahasa-bahasa Mairasi
    8. Bahasa-bahasa May Kiri-Kwomtari
    9. Bahasa-bahasa Nimboran
    10.Bahasa-bahasa Papua Barar
    11.Bahasa-bahasa Papua Selatan Tengah
    12.Bahasa-bahasa Piawi
    13.Bahasa-bahasa Ramu-Sepik Bawah
    14.Bahasa-bahasa Senagi
    15.Bahasa-bahasa Sepik
    16.Bahasa-bahasa Skou
    17.Bahasa-bahasa Solomon Tengah
    18.Bahasa-bahasa Teluk Geelvink Timur
    19.Bahasa-bahasa Tor-Kwerba
    20.Bahasa-bahasa Torricelli
    21.Bahasa-bahasa Trans-Fly Timur (satu di Australia)
    22.Bahasa-bahasa Yuat.